Sunday, March 21, 2010

Esok akan lebih baik

Percayalah padaku kawan, kau tidak perlu mengejarnya, serpihan hidupmu tidak pernah tercecer di antara tuts keyboard laptopmu, atau terdampar di belakang server kantormu, atau masih tersimpan di-empang external hardisku, tidak ada disana kawan. Aku sudah mencarinya. Tidak juga tergeletak di gudang belakang tempat kamu membuat kopi.

Mungkin dia tertinggal di pantai yang berpasir dan terbawa deburan ombak. Hanyut ketengah samudra. Tapi kawan, tidak usah khawatir ketika ombak pasang melebur pantai berpasir, serpihan itu akan terbawa hanyut kembali ke pantaimu. Seperti potongan kayu yang berayun ayun dimainkan ombak, akhirnya akan kembali kepantai lagi.

Lalu katamu? Kenapa kita harus panik dengan semua ini? Kenapa kita terus mengejar ombak yang bergulungan? Bukankah lebih baik kita tidur dan meringkuk dipeti mati saja menunggu sampai malaikat menampar pipi kanan kita membangunkan kita dari mimpi-mimpi? Tidak kawanku, karna kita adalah kumpulan daging yang bernyawa.

(hanya menulis yg ada dikepala)
kitting

Leia Mais…

temporary

pending......

Leia Mais…

Kenangan


Mungkin kau tak akan ingat, saat mengobrol denganku aku sedang berdiri dimana, pakai baju warna apa dan bau ku pada waktu itu wangi atau asem. Mungkin kau dengan mudah melupakan apa yang sedang kita bicarakan dan tak ingat kala kutanya lagi esok harinya. Bagimu sebuah percakapan kita hanyalah pengisi kekosongan waktu. Karna mengingat bukanlah mengenang.

Semua percakapan kita akan aku ingat dalam sebuah kenangan, karna tidak semua ingatan adalah kenangan, tapi semua kenangan akan jadi ingatan. kenangan akan hari-hari itu menjadi ingatan yang memicu harapan bagiku untuk terus hidup dan berdiri diatas kaki ini.
Karna harapan adalah kehidupan, tanpa harapan tinggal ambil tali gantung diri. Karna harapan adalah semangat yang membuat mu masih bisa melihat masa depan.

Kitting

Leia Mais…